My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Apa yang dilakukan oleh Imam Nawawi saat runtuhnya Baghdad ?

Pada tahun 656 Hijriah, terjadi sebuah musibah hebat yang melanda umat Islam. Pada saat itu, Baghdad yang menjadi pusat peradaban Islam dan dunia diserang oleh Bangsa Tartar dengan sangat hebat. Pasca penyerangan itu khalifah terbunuh dan Baghdad pun jatuh. Ibnu Katsir mengatakan: Sesungguhnya kejatuhan Baghdad merupakan musibah paling dahsyat yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia dan bahkan lebih dahsyat dari musibah banjir Nabi Nuh. Sebuah sumber menyebutkan sekitar 1 juta orang tewas terbunuh pada saat itu. Sebuah penghancuran yang belum pernah dirasakan oleh umat Islam sebelumnya.

Pada saat itu, Imam Nawawi masih sangat muda. Umurnya sekitar 25 tahun. Apakah yang beliau lakukan tatkala mendengar peristiwa hebat tersebut? Apakah beliau langsung pergi berjihad ke Iraq dan melakukan perlawanan berperang melawan bangsa Tartar?

Pehatikanlah sikap beliau! Inilah sikap yang harus diambil oleh para pemuda zaman ini.

Pada saat itu beliau tidak langsung menumpahkan emosi beliau dengan pergi berjihad ke Baghdad dan melakukan perlawanan karena itu sangat sulit. Bahkan belum sampai Baghdad pun pasti beliau sudah dibunuh terlebih dahulu di tengah jalan.

Pada saat itu, Imam Nawawi tentunya merasakan sakit dan perih yang sangat hebat. Rasa sakit tersebut beliau ubah menjadi semangat dan tekad yang kuat untuk belajar, mengkaji ilmu, dan menuliskannya hingga dalam satu hari beliau mengkaji 12 cabang ilmu yang berbeda.

Akibat 'perlawanan' yang beliau berikan, umat Islam bisa mengambil manfaat dari karya-karya beliau tersebut hingga saat ini. Jadi seolah-olah ilmu yang dibuang oleh Bangsa Tartar itu terkumpulkan kembali melalui tangan beliau.

Syekh Usamah Sayyid Al-Azhari

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply