My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » Generasi Yatim Piatu

BY: Nandang Burhanudin
*****
Di tengah carut marut dunia menuju berdirinya Israel Raya, umat Islam yang belum terkena arus propaganda Syi'ah, atau tergerus ajaran bid'ah-takhayul-khurafat, atau terdoktrin-paham dan aliran yang mudah mengkafirkan sesama muslim yang memilih pilihan yang berlainan, maka tanpa sadar generasi yang masih natural-alamiah ini tengah dibidik jaringan Yahudi dengan menjadika mereka sebagai generasi yatim piatu.

Generasi yatim piatu yang dimaksud adalah, generasi yang disebabkan;

1. Kesibukan ayah/bapak/abi sehingga tidak sempat menemani atau memberikan perhatian tentang pendidikan anak-anaknya. Alasan mencari "biaya" untuk anak-anak seakan ampuh. Anak-anak sudah cukup dititipkan di lembaga-lembaga pendidikan, pesantren, atau sekolah Islam tanpa pernah melibatkan perasaan dan perhatian dalam hubungan ayah-anak.

2. Peran ibu yang tidak lagi menjadi madrasah. Kini, sosok ibu yang karir sibuk dengan karirnya. Sedang yang menjadi ibu rumah tangga sibuk dengan urusan infotaiment, arisan, dan lain-lain. Ibu kini tidak lagi memiliki waktu untuk membersamai anak saat belajar, mengerjakan PR, hingga menyiapkan sarapan.

3. Peran Masji yang hanya sebatas tempat shalat saja.

Anehnya, generasi yatim piatu ini sekarang menimpa aktivis dakwah yang orangtuanya sibuk berdakwah ke sana ke mari, siang malam, pagi petang, hingga tak sedikit anak-anaknya yang kurang perhatian.

Saya melihat, sikap orangtua seperti ini sangat berbahaya. Anak di masa remaja seringkali melakukan "the silent rebbel" (pemberontakan dengan diam). Maka sering kita dengar anak-anak yang orangtuanya menjadi tokoh, qiyadah, atau simpul massa, namun anak-anaknya malah seakan tak memiliki lagi asa.

Kini saya sangat merasakan, betapa kehadiran ayah/ibu/abi/umi dalam proses pendidikan anak sangat penting. Karena orangtua hadir bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi membentuk karakter dan kepribadian yang tidak bisa didapatkan di sekolah.

Saya pikir, buat apa kita kaya raya, menjadi pejabat publik, lalu memiliki 7 gelar Ph.D. Namun anak kita sendiri serasa menjadi yatim piatu.

Semoga tidak.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply