My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Hukum Jamaah Haji Mencukur Rambutnya Sendiri atau Saling Mencukur untuk Tahallul

Pertanyaan
Memperhatikan permohonan fatwa nomor 328 tahun 2005 yang berisi:
Apakah para jamaah haji atau umrah boleh mencukur rambutnya sendiri atau saling mencukur antar jamaah untuk bertahallul?

Jawaban
Mufti Prof. Dr. Ali Jum’ah Muhammad
Seorang jamaah umrah yang telah melaksanakan sai, atau jamaah haji yang telah sampai di Mina dari Muzdalifah dibolehkan untuk mencukur rambutnya sendiri atau mencukur jamaah yang lain yang juga telah dibolehkan untuk dicukur atau dipendekkan rambutnya. Bahkan, jamaah itu bagaikan diperintahkan untuk melakukannya berdasarkan keumuman dalil, seperti firman Allah,
“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka.” (Al-Hajj [22]: 29).
Dan firman-Nya,
“Dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya.” (Al-Fath [48]: 27).

Begitu juga sabda Rasulullah saw.,
(( اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ)). قَالُوا: وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: (( اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ )). قَالُوا: وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: (( وَالْمُقَصِّرِينَ )).
“Ya Allah rahmatilah orang-orang yang menggundul rambutnya.” Lalu orang-orang berkata, “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya wahai Rasulullah.” Namun Rasulullah saw. bersabda lagi, “Ya Allah rahmatilah orang-orang yang menggundul rambutnya.” Orang-orang pun berkata lagi, “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Abdullah bin Umar r.a.).

Jika kita katakan bahwa jamaah umrah atau haji tidak boleh melakukan hal di atas, maka kita akan membuat mereka tergantung pada orang yang tidak melaksanakan ihram dalam mencukur rambut mereka. Dengan demikian, berarti kita telah membuat para jamaah haji senantiasa memerlukan bantuan orang lain dalam mengerjakan ibadah, sementara hal seperti ini tidak terjadi dalam ibadah-ibadah lainnya. Dalam menunaikan ibadah shalat seseorang tidak memerlukan bantuan orang lain, begitu juga puasa dan zakat.

Selain itu, para ulama juga tidak ada yang menyatakan kewajiban orang yang tidak berihram untuk melaksanakan tugas mencukur tersebut. Jika hal ini merupakan syarat dalam bertahallul niscaya mereka akan menyebutkannya. Dengan demikian, hal ini menunjukkan ketidakharusan meminta bantuan orang lain dalam mencukur rambut, tapi yang dituntut adalah terealisasinya pencukuran rambut baik dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain, baik orang yang sedang ihram atau tidak.

Hukum kebolehan di atas tetap berlaku, baik kita menganggap pencukuran itu sebagai sebuah ritual ibadah dalam haji dan umrah, ataupun sebagai tanda kebolehan melakukan larangan ihram –sesuai dengan dua pendapat ulama Syafi’iyah–. Hal itu karena mencukur rambut –baik dengan menggundulnya atau memendekkannya—dalam kondisi ini telah boleh mereka lakukan setelah sebelumnya dilarang. Sehingga, dalam hal ini mereka berarti melakukan perbuatan mubah sebagaimana jika mereka melakukannya untuk orang yang tidak berihram. Dalam hal ini, Nawawi berkata dalam kitab Rawdhatuth Thâlibîn, “Orang yang sedang berihram boleh mencukur rambut orang yang tidak berihram.”

Orang yang tidak membolehkan hal di atas kemungkinan berpegang pada larangan mencukur rambut bagi orang yang berihram. Ini benar, tapi larangan ini berlaku hingga batas tertentu yang di dalamnya dia harus mencukur rambutnya agar boleh melakukan semua perbuatan yang dilarang ketika masih berihram (yaitu dalam tahallul umrah, atau tahallul tsani dalam haji) atau sebagian besar perbuatan (dalam tahallul awal untuk haji).

Wallahu subhânahu wa ta’âlâ a’lam.
Sumber: dar-alifta.org

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply