My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Hukum Membuat Hidangan Buka Puasa untuk Umum

Nabi saw. bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Zaid bin Khalid al-Juhani r.a.,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa yang memberi hidangan berbuka untuk orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sama sekali.” (HR. Tirmidzi. Dia berkata, “Hadits hasan shahih.”).

Dalam hadits Salman al-Farisi r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِه وَعِتْقَ رَقَبتَهِ مِنَ النَّارِ وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ
“Barang siapa yang memberi hidangan berbuka untuk orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka itu akan menjadi ampunan atas dosa-dosanya dan penyelamat dirinya dari neraka. Orang itu juga akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.”
Para sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak semua orang dari kami dapat memberi hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa.”
Maka beliau bersabda,
يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ عَلَى شَرْبَةِ مَاءٍ أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ
“Allah memberikan pahala ini bagi orang yang memberi hidangan berbuka untuk orang yang berpuasa dengan sebutir kurma, seteguk air atau susu yang dicampur air.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya).

Hadits-hadits di atas menunjukkan begitu besarnya pahala orang yang menyediakan hidangan berbuka bagi orang yang berpuasa. Karena itulah tindakan ini menjadi doa yang kemungkinan besar dikabulkan oleh Allah. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah saw. ketika beliau dijamu oleh seseorang. Beliau berdoa,
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ
“Orang-orang yang berpuasa telah berbuka puasa di tempat kalian.” (HR. Abu Dawud, Nasa`i dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Maksudnya adalah semoga Allah memberi kalian pahala orang yang memberi hidangan berbuka untuk orang yang berpuasa.

Setiap muslim hendaknya benar-benar menjaga keikhlasannya dalam masalah ini. Dia harus menjadikan ridha Allah sebagai tujuan dari perbuatannya itu agar amal kebajikannya tersebut diterima oleh Allah, bukan untuk tujuan pamer (riya) atau didengar orang lain (sum’ah).

Wallahu subhânahu wa ta’âlâ a’lam.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply