My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » Sedikit Renungan Tentang Kisah Nabi Musa Bersama Fir'aun Dan Rakyat Mesir


Orang-orang Mesir kuno tahu siapa ibu-bapaknya Fir'aun, tahu kapan dia lahir, tahu kalau dia butuh makan-minum dan masuk WC untuk melaksanakan kebutuhannya. Meskipun demikian ketika ia berkata:

أنا ربكم الأعلى

"Akulah tuhan kalian yang paling tinggi". (An Nazi'at: 24)

mereka pun membenarkan perkataan itu dan menyembahnya.

Mereka tahu dengan baik apa itu sihir dan mereka paham sekali batasan kemampuan sihir, kemudian mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana atas izin Allah, mu'jizat Nabi Musa bisa mengalahkan tukang sihir yang berjumlah banyak dalam sekejap.

Selanjutnya Allah mengirim azab-Nya berbentuk: angin topan, belalang, kutu, katak, air sungai Nil berubah jadi darah.

"Kemudian kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah, sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa". (Al A'raf: 133)

Semua peristiwa besar itu jelas sekali menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah, kemudian mereka meminta kepada Nabi Musa supaya berdo'a kepada Allah, agar Allah mengangkat azab yang diturunkan itu. Setelah Allah mencabut azabnya, Fir'aun dan kaumnya malah mengatakan semua mu'jizat Nabi Musa itu sihir dan ia minta persetujuan bangsa Mesir untuk membunuh Nabi Musa, lalu semua mereka setuju dan mengikuti keinginan Fir'aun itu.

(ذروني أقتل موسى)

"......biarkan aku membunuh Musa...". (Ghafir: 26)

Mereka orang yang berilmu dan mereka tahu hukum alam bahwa laut itu mustahil terbelah, sungguhpun demikian ketika mereka melihat laut terbelah berkat mu'jizat Nabi Musa mereka ikut di belakang Fir'aun masuk ke dalamnya.

Makanya jangan heran kalau orang dengan mudah mengikuti, tunduk dan patuh kepada pemimpin zalim, sedangkan memasuki laut yang akan mencelakakan mereka, mereka mau, apalagi hanya diperintah membunuhi orang yang tidak mereka senangi.

Selanjutnya, mereka sudah menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah dengan jelas di hadapan mereka, dan itu terjadi berulang kali. Namun mereka lebih memilih untuk tidak beriman kepada apa yang mereka saksikan itu. Karena mereka pada dasarnya memang menginginkan kebatilan dan tidak ingin adanya kebenaran. Demikianlah hati-hati yang sudah dikunci mati oleh Allah, tidak berfungsi bagi mereka peringatan dan tidak berlaku bagi mereka tanda-tanda kekuasaan Allah sampai mereka menyaksikan sendiri azab yang sangat pedih.

"Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, engkau beri peringatan atau tidak beri peringatan, mereka tidak akan beriman". (Al Baqarah: 6)

Akhirnya Nabi Musa berdo'a:

"Dan Musa berkata: Ya Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan manusia dari jalan-Mu. Ya Tuhan, binasakanlah harta mereka, dan kunci hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat azab yang pedih". (Yunus: 88)

Ya Allah, bukakan hati kami untuk menerima kebenaran dan peka terhadap tanda-tanda kebesaran-Mu.

(Baiknya baca status ini sambil megang mushhaf al Qur'an)

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply