My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Syaikh Al-Azhar Kedua Puluh Tiga: Syaikh Hasunah al-Nawawi (1255- 1343H/1829 -1924 M)

[Biografi Syaikh al-Azhar]

Syaikh al-Azhar kedua puluh tiga: Syaikh Hasunah al-Nawawi (1255- 1343H/1829 -1924 M)

Beliau adalah al-Imam Syaikh Hasunah Abdullah al-Nawawi al-Hanafi. Lahir desa Naway, Markaz Malawi Propinsi al-Siyut pada tahun 1255 H/1829 M. Setelah menghafalkan separuh al-Qur’an di desa beliau berangkat ke Kairo untuk melanjutkan studi di al-Azhar.

Beliau menimba berbagai macam ilmu kepada para ulama terkemuka di al-Azhar, seperti; mengaji kitab al-Ma’qul fi al-mantiq wa al-falsafah kepada Syaikh al-Inbabi, mengaji fikih Hanafi kepada Syaikh Abdurrahman al-Bahri dan berbagai ilmu yang lain.

Setelah menyelesaikan pendidikan di al-Azhar, beliau mengajar ilmu fikih di masjid Muhammad Ali di Qal’ah. Oleh Kementrian Pendidikan Mesir beliau diangkat sebagai dosen fikih di Darul Ulum. Selain itu beliau juga dinas di Darul Ifta Mesir dan Majlis Tinggi Pengadilan Syariah Mesir.

Pada tahun 1313 H/1896 M beliau diangkat menjadi Syaikh al-Azhar menggantikan Syaikh Syamsuddin al-Inbabi. Dalam posisi sebagai Syaikh al-Azhar, pada tahun 1315 H beliau diangkat menjadi Mufti dan Kepala Majlis Tinggi Pengadilan Syariat.

Syaikh Hasunah al-Nawawi hidup di zaman Gubernur Khidawi Ismail Pasha yang kejam dan sewenang-wenang. Ismail Pasha merasa berkuasa dan memegang kendali Mesir saat itu. Karena Syaikh Hasunah al-Nawawi tidak mendukung keputusan gubernur yang melarang keberangkatan haji karena di tanah suci sedang tersebar penyakit menular, Syaikh Hasunah dipecat dari kursi Syaikh al-Azhar.

Ismail Pasha yang sewenang-wenang kemudian mengangkat sepupu Syaikh Hasunah al-Nawawi yang bernama Syaikh Abdurrahman Qutb al-Nawawi menjadi Syaikh al-Azhar. Namun Syaikh al-Azhar yang baru tersebut jatuh sakit dan hanya 27 hari menjadi Syaikh al-Azhar. Kemudian diangkatlah Syaikh Salim al-Busyra menjadi Syaikh al-Azhar. Namun lagi-lagi Syaikh al-Azhar yang baru tidak bertahan lama dan mengundurkan diri setelah selang waktu tiga tahun. Akhirnya Syaikh Hasunah al-Nawawi diangkat menjadi Syaikh al-Azhar untuk kedua kalinya pada tahun 1324 H.

Syaikh Hasunah al-Nawawi melakukan pembaharuan besar-besaran di al-Azhar yang bantu oleh Syaikh Muhammad Abduh. Administrasi dan gaji pegawai dirapikan, juga dibentuk kurikulum pendidikan al-Azhar yang memasukkan ilmu umum seperti matematika dan ilmu teknik. Pada saat itu juga telah dibuat ijazah bagi pelajar yang telah selesai menempuh pendidikan.

Kebijakan Syaikh Hasunah al-Nawawi ditentang oleh sebagian ulama, karena mereka takut dengan masuknya ilmu umum ke dalam kurikulum al-Azhar akan menjadi pintu masuk faham orientalism. Syaikh Hasunah al-Nawawi mengambil langkah jitu untuk menghadapi rintangan tersebut, yaitu dengan memberikan gaji lebih kepada para pengajar ilmu umum. Saat itu, ilmu umum diajarkan di ruwak Abbasi.

Karya-karya beliau di antaranya:
- Sulam al-mustarsyidin fi ahkam al-fiqh wa al-din
- Qanun tandzim al-Azhar

Al-Azhar di zaman Syaikh Hasunah al-Nawawi semakin bersinar karena mengkombinasikan ilmu agama dan ilmu umum. Pada saat itu beliau juga membangung perpustakaan al-Azhar. Namun akhirnya bangsa Mesir dan umat Islam kehilangan beliau untuk selamanya pada hari Ahad 24 Syawwal 1343 H/1924 M. Semoga Allah membalas jasa-jasa beliau dan menempatkan beliau di sorga-Nya yang agung. Amin.
Sumber: al-Azhar al-Syarif fi dhaui sirati a’lamihi al-ajilla, karya Dr. Abdullah Salamah Nasr dan sumber-sumber yang lain.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply