My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Ammar bin Yaasir

…Sebaik-baiknya telinggaku apa yang kamu hina itu.”
Lahir 57 tahun sebelum hijrah. Nama sebenarnya Ammar bin Yaasir bin ‘Amir al-Kanany. Biasanya dipanggil Abu Yaqdhan. Nama gelarnya at-Thayib muthayyib (yang baik dan memberi kebaikan). Ayahnya datang ke Mekkah dan tinggal di sana. Menikah dengan Sumayyah binti Khayyath. Ibunya adalah syahid pertama dari kaum perempuan.

Mengenai pribadinya, badanya tinggi dan kepalanya botak hanya ada sedikit rambut di bagian depan. Matanya agak kemerah-merahan.

Beliau termasuk tujuh orang yang menyatakan masuk Islam secara terang-terang. Beliau masuk Islam bersama Shihaib ar-Rumy dalam hari yang sama. Sejarah keislamannya penuh dengan siksaan dari orang-orang yang membenci Islam. Orang-orang kafir pernah menyiksanya dengan macam-macam cara; dipukuli, dijemur hingga lapar dan haus, diguyur air hingga tidak mampu lagi berdiri lurus dan lupa apa yang diomongkan. Kemudian mengumpat Rasulullah. Rasulullah berusaha menenangkan hatinya dan meriangkan fikirannya; “Sekiranya mereka menganiaya kamu, maka balas lah” kata Rasul. Dan turunlah firman Allah jawaban atas kesusahan yang dialami Ammar bin Yasir; “Melainkan orang yang dibenci dan hatinya merasa tenang dengan imannya” (QS. An-Nahl:106).

Suatu hari Rasulullah berjalan melewati rumahnya, tiba-tiba dilihatnya Ammar sedang disiksa. Begitu juga ayah dan ibunya karena meyakini ajaran Rasulullah. Rasulullah memberikan kabar gembira pada mereka; “Bersabarlah wahai kelurga Yasir, sesungguhnya kalian akan ditempatkan di surga.”(HR.Baghwy).

Rasulullah pernah memperkenalkan Ammar dengan Khudaifah bin al-Yaman. Mengenai pribadinya, Rasulullah bersabda; “Dalam diri Ammar dipenuhi keimanan yang kuat hingga pangkal tulangnya.”(HR.An-Nasa’i). Hadits lain menyebutkan; “Barangsiapa melawan Ammar, Allah akan melawannya dan barangsiapa membenci Ammar, Allah akan membencinya’ (HR.Ahmad). Sabda Rasulullah ini turun setelah terjadi salah faham Khalid bin al-Walid dengan Ammar. “Tidaklah Ammar dipilihkan antara dua perkara melainkan dia memilih yang paling lurus dari dua perkara itu.”(HR.Tirmidhi). Suatu ketika Rasulullah menyambut kedatangan Ammar dengan riangnya; “Marhaban bithayyib almuthayib” (selamat datang kepada orang yang baik dan memberik kebaikan).

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mencontoh Abu Bakar dan Ammar dalam kesabaran mempertahankan iman kepada Allah. Begitu juga menganjurkan untuk mengambil petunjuk Ammar dan berpegang teguh dengan janji Ibn Umm Abd (HR.Tirmizi).

Selama hidupnya bersama Rasulullah beliau ikut perang Badr dan peperangan yang lainnya. Begitu juga ikut dalam perang memerangi orang-orang murtad, melawan Persia dan Rum. Pada masa kekhalifan Umar, beliau ditugaskan menjadi amir Kuffah. Selama menjabat sebagai amar, dirinya semakin bertambah zuhud, khusyu’ dan wara’.

Pada waktu perang di Yamamah, telingganya terpotong oleh pedang orang-orang murtad. Ada seorang laki-laki menghina dirinya karena telingganya terpotong. “Wahai si buntung” kata laki-laki itu. “Sebaik-baiknya telinggaku apa yang kamu hina itu” jawab beliau.(HR.Tirmidhi). Selama hidup berjuang bersama Rasulullah, beliau telah meriwayatkan kurang lebih enam puluh dua hadits. Diantara riwayat hadits itu adalah; Rasulullah pernah bersabda “Perumpamaan umat itu seperti hujan. Tidak diketahui kebaikannya di awal atau di akhir.”(HR.Thabrani)

Peristiwa Shiffin (perselisihan antara Ali dengan Muawwiyah) merupakan akhir ajalnya. Dalam peristiwa ini beliau mati syahid, berumur 93 tahun. Beliau ikut dalam pasukan Ali melawan Muawwiyah. Orang-orang teringat dengan ucapan Rasulullah; “Alangkah malangnya Ammar, kelak dia dibunuh oleh kelompok sesat…” Muawwiyah berkata; “Apakah kami membunuhnya!! Beliau itu terbunuh oleh orang-orang yang datang padanya.”

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply