My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » Biografi Dr. Wahbah Zuhaili

Pujangga menyebut
“Sesungguhnya mengetahui orang-orang hebat itu adalah perbendaharaan”

Ini memberi erti selayaknya bagi seorang mengenali tokoh dan kewibawaan mereka yang mempunyai kelebihan dan kewibawaan sama ada yang masih hidup atau bersahabat dengan mereka. Ini disebabkan kerana terlalu banyak faedah hasil daripada ilmu, tajribah, pengalaman hidup yang ada pada mereka. Kita perlu mencontohinya sekalipun kita bukanlah setaraf dengannya seperti pepatah arab :
فتثبهوا إن لم تكونوا مثلهم إن التثبه بالكرام فلاح
Contohilah sekalipun kamu tidak setara dengan mereka,
Karena mencontohi yang mulia itu pasti berkemenangan

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadith yang dinyatakan oleh Ibn al-Qayyim dan Ibn al-Wazir telah mensahihkan atau menghasankannya antara lain sabda Rasulullah SAW yang bermaksud :
Ilmu ini aka dipikul dari setiap zaman dan generasi yang adilnya, mereka akan membasmi penyelewengan yang melampau dan ajaran ahli batil di samping takwilan orang jahil

Dr. Yusuf al-Qardhawi di dalam bukunya Kaifa Nata’amal Ma’a al-Sunnah al-Nabawiyah menjelaskan secara panjang lebar berkenaan dengan mafhum dan hadith ini. Penulis menyebut hadith ini kerana sifat Syeikh Wahbah adalah seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW sama ada membawa risalah ilmu sebagai Warasatu al-Anbiya’ dan juga membasmi segala bentuk penyelewengan dengan hujah-hujah naqliah dan aqliah

BI’AH
Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaili (selepas ini digelar syaikh sahaja) dilahirkan di negeri Syam. Bumi Syam merupakan bumi yang mempunyai keberkatan kerana doa Nabi SAW dalam hadith yang sahih :
اللهم بارك لنا في شامنا
Ya Allah! Berkatkanlah bagi kami negeri Syam kami
Sejarah juga telah membuktikan ramai tokoh-tokoh terbilang lahir di negeri Syam sejak zaman berzaman dahulu lagi antaranya Sultan al-Ulama’ Iz Al-Din bin Abd al-Salam, Imam al-Nawawi dan ramai lagi.

Prof. Dr. Wahbah Zuhaili: lahir pada tahun 1351 H / 1932 M di Dir Athiyah Damaskus (Syria). Ayahnya bernama Syekh Musthafa Zuhaili, seorang ulama sekaligus hafiz al-Qur’an dan ahli ibadah, hidup sebagai petani. Sewaktu kecil, Wahbah belajar di Sekolah Dasar (Ibtidaiyyah) dan Menengah (Tsanawiyah) di Kuliah Syar’iyah. Keduanya di Damaskus.

Beliau memperoleh gelar sarjananya dari Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar pada tahun 1956 M. Beliau juga memperoleh ijazah takhassus mengajar dari Fakultas Bahasa Arab di al-Azhar. Di sela-sela staudinya di al-Azhar dia juga belajar Ilmu Hukum dan mendapatkan lisensi dari Universitas ‘Ain Syams dengan predikat magna cum laude tahun 1957. Meraih gelar Magister di bidang syari’ah tahun 1959 dari Fakultas Hukum Universitas Kairo. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) dia peroleh pada tahun 1963 dengan predikat summa cum laude.

Pada tahun 1963 M, beliau diangkat sebagai dosen di Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus dan secara berturut-turut menjadi Wakil Dekan, kemudian Dekan dan Ketua Jurusan al-Fiqh al-Islami wa Madzahibuh di fakultas yang sama. Beliau mengabdi selama lebih dari tujuh tahun dan dikenal alim dalam bidang Fiqh, Tafsir dan Dirasah Islamiyah.

Selain mengajar dan menulis banyak karya ilmiah, dia juga rajin memberi kuliah umum di berbagai universitas. Dalam sehari beliau bekerja sampai 16 jam. Lebih dari 40 genarasi di Syria telah berhasil dididiknya, dan sebagian berada di Libya, Sudan, dan Emirat Arab. Ribuan pelajar, bahkan jutaan di Barat maupun Timur, Amerika, Malaysia, Afganista, dan Indonesia telah mempelajari kitabnya tentang fiqih, ushul fiqih, dan tafsir.

Kitabnya yang berjudul al-Fiqh al-Islami wa Adilatuhu dijadikan sumber primer oleh banyak mahasiswa di berbagai Universitas di dunia seperti Pakistan, Sudan, Indonesia dan lain sebagainya. Kitabnya yang berjudul Ushul al-Fiqh al-Islami dijadikan buku wajib di beberapa Universitas Islam di Madinah dan Riyad.

Beliau juga sibuk di beberapa lembaga pemerintah maupun swasta sebagi Ketua Dewan Pengawas Syari’ah di beberapa bank dan perusahan, sekaligus sebagai Dewan Pakar di bidang hukum Islam dan peradaban Islam.

Selain belajar berbagai disiplin ilmu secara intens, beliau juga belajar secara khusus Fiqih Syafi’i kepada beberapa gurunya berikut: Syaikh Hasyim al-Khathib, Syaikh Jad ar-Rabb Ramadhan, Syaikh Mahmud Abdu ad-Daim, dan Syaikh Musthafa Mujahid.

Sebagai ulama dan pemikir Islam, Prof. Dr. Wahbah Zuhaili telah menulis lebih dari 30 judul buku yang berjilid-jilid. Salah satunya yang paling banyak diminati adalah Kitab Mausu'ah Fiqih Islamiy.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply