My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » “The Butterfly Effect”

by Saief Alemdar on Saturday, March 10, 2012 at 4:27am ·
Dalam quran Allah berfirman, “Berbuatlah kamu, maka Allah dan rasulnya akan melihat perbuatan kamu”, seperti biasanya setiap kata perintah yang membutuhkan objek, akan disebutkan objeknya, tetapi disini Allah tidak menyebutkan objek dari perintah tersebut, hanya ada sebuah perintah yaitu “berbuat”. Kata-kata perintah yang membutuhkan objek tetapi tidak disebutkan objeknya, memiliki makna lebih mendalam dalam bahasa quran. Artinya, kita disuruh “berbuat” apa saja, karena setelah perintah itu ada kata-kata “maka Allah dan rasulnya akan menyaksikan”, hal itu menunjukkan bahwa perbuatan yang harus kita lakukan adalah hal positif yang memberikan setruman positif juga terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Begitu juga dalam beberapa ayat lain, Allah berfirman bahwa setiap apa yang kita lakukan tidak akan sia-sia dan pasti akan mendapat ganjaran, baik itu berupa reward, ataupun punishment. Seperti yang tertera dalam surat surat Zilzalah ayat terakhir.

Sebut saja ada sebuah teori yang disebut “The Butterfly Effect”, teori itu mengatakan bahwa “Kepakan sayap kupu-kupu di New York bisa menyebabkan badai di Hongkong”. Contoh sederhana dari teori itu seperti ini, ada seorang ayah yang bekerja sebagai pembuat ban karet, suatu pagi dia keluar berniat membuat satu ban karet untuk mendapatkan sejumlah uang buat membeli es krim untuk anaknya, supaya anaknya senang.

Sebuah cita-cita yang lahir di pagi hari dari seorang ayah untuk menyenangkan anaknya di rumah, ternyata ban karet itu dibawa ke sebuah kota untuk dijadikan ban mobil-mobilan di taman bermain anak-anak. Ternyata akibat ban yang semula dibuat oleh seorang ayah demi menyenangkan anaknya, ban itu kemudian dipakai sebagai ban di taman, akhirnya banyak anak-anak yang ikut senang bermain dengan mobil-mobilan itu, saat anak-anak senang, orangtua mereka juga ikut bahagia, selain itu, beberapa penjaja makanan dan es krim pun ikut merasakan berkahnya, ketika penjaja makanan itu mendapat rezeki lebih, keluarganya ikut senang juga. Semua berawal dari niat seorang ayah membuat sebuah ban demi menyenangkan anaknya, ternyata kebahagiaan itu berefek jauh.

Semua hal di dunia ini tunduk di bawah hukum kausalitas, kecuali entitas Tuhan. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan sekecil apapun perbuatan dan sumbangsih dalam segala lini kehidupan, baik itu positif maupun negatif. Sama seperti halnya peran orang yang lebih kecil, jangan sampai merendahkan profesi tukang sampah, ataupun profesi membersihkan selokan, kalau tidak ada profesi itu tidak bisa kita bayangkan begaimana pemandangan bumi kita ini.

Rasulullah telah menyinggung peran kelompok lemah ini dalam kehidupan sosial, bahwa mereka adalah sumber kekuatan dalam peperangan dan alat produksi dalam kedamaian. Dengan kekuatan dan keikhlasan mereka, Allah menurunkan pertolongan-Nya dalam perang dan dengan keuletan serta kerja keras mereka, umat bisa berproduksi dan menghasilkan banyak hal. Dalam hadist riwayat Bukhari, Rasulullah mengingatkan sayyidina Sa’ad bin Abi Waqqash “Tidak mungkin kamu akan diberikan kemenangan dan rezeki yang banyak oleh Allah kalau bukan karena orang–orang lemah itu?”

Itu kenapa dikatakan “No body perfect”, semua saling melengkapi dan menyempurnakan. Kalau memang benar “No body perfect”, maka benar juga “semua orang memiliki kelebihan”. Hanya satu hal yang perlu diingat, yaitu, berbuatlah dan berbuatlah. Kata guruku, “sekali hidup, hiduplah yang berarti”, itu menuntut kita untuk selalu aktif berbuat, tidak hanya diam, karena hidup itu akan berarti saat kita menanam jasa dan pengorbanan untuk sesama.

Melakukan hal-hal kecil, dengan penuh istiqamah akan memberikan hasil yang luar biasa, karena sebenarnya yang “dinilai” Tuhan itu proses, bukan hasil, karena hasil adalah suatu titik yang merupakan “keputusan” Tuhan, yang dihargai Tuhan adalah sebesar apa perjuangan kita. Memang  manusia cuma menilai hasil bukan proses, tapi itu bukan alasan untuk kita tidak mau berbuat.

Imam Ibn Taimiyah mengatakan, “karamah terbesar bukan bisa terbang dan berjalan di atas air, tetapi karamah terbesar yang dianugerahi Allah kepada hamba-Nya adalah istiqamah”. Dalam hadis yang lain, rasulullah bersabda, “sesungguhnya Allah menyukai amalan yang dilakukan secara kontinyu, meskipun sedikit”.

Teori “butterfly effect” seharusnya menjadi motivasi kita untuk berbuat, karena dari sebuah langkah kecil yang penuh berkah karena keikhlasan, kita bisa menyumbangkan perubahan untuk bangsa dan negara ini, karena langkah besar perubahan dimulai dari langkah kecil pertama. Wallahu a’lam

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply