My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Berdamai Dengan Takdir

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Perjalanan Hidup kita memperlihatkan ada hal-hal yang bisa kita ubah dan ada pula hal-hal yang meskipun kita telah berusaha tetapi tetap tidak bisa kita ubah

Orang yang sama sekali tidak berhitung misalnya dapat mahir dan terampil mengolahkan angka dengan belajar matematika, orang yang sakit dapat sembuh dengan berobat, orang yang miskin dan menjadi beban bagi orang lain dapat berubah menjadi orang yang mandiri melalui kerja keras.

tetapi dapatkah kita menghidupkan kembali orang mati yang sudah menjadi tanah?
mengubah nasi yang sudah menjadi bubur untuk mejadi nasi kembali?
mengubah orang tua renta menjadi bayi kembali?

Dilahirkan menjadi seorang perempuan bagi sebagian orang adalah takdir., akan tetapi menerima kodrat sebagai seorang perempuan adalah pilihan.

Dilahirkan dari keluarga yang sederhana bagi kebanyakan orang mengatakan adalah takdir, menjalani dengan baik keluarga sebagai keluarga yang sederhana adalah pilihan.

Hidup di dunia fana ini merupakan takdir, namun memanfaatkan hidup sebaik-baiknya adalah pilihan.

Demikian halnya dengan dicintai dan mencintai, dikasihi dan mengasihi., persoalannya adalah apakah kita menganggapnya menjadi takdir atau pilihan.

Ketika takdir menorehkan catatan yang tidak sesuai menurut versi manusia, akankah manusia akan memberontak lalu membangkang terhadap Sang Penentu takdir ???

Apa salahnya berdamai dengan takdir? Menerima sesuatu meski itu susah dan berat. Bukankah pada akhirnya berdamai dengan takdir itu juga pilihan?

Berdamai dengan takdir bukan untuk menjadi manusia pecundang yang tak berbuat apa-apa. akan tetapi, menjadi pribadi yang matang. Pribadi yang akan menikmati manisnya surga melalui cawan-cawan kehidupan.

Merangkai yang seakan tidak mungkin terangkai. Menuntaskan yang seakan buntu. Membuat yang kelam menjadi lebih berwarna.

Sebenarnya kebahagiaan hidup lahir bukan pada kemampuan untuk mebuat hal-hal tidak pasti menjadi pasti, tetapi kebahagiaan itu lahir dari benarnya cara pandang, sikap dan perilaku dalam suasana yang serba tidak pasti.

Kegagalan atau keberhasilan adalah hal lumrah dalam hidup ini, tetapi berlebih-lebihan menyesali kegagalan  dalam larut dalam kesedihan justru merupakan suatu bentuk kegagalan yang lebih besar lagi yaitu gagal dalam mengendalikan diri.

Hidup dan mati adalah sebuah keniscayaan tetapi meratapi kematian orang yang sangat kita kasihi sampai merasa hidup kita tidak berharga lagi dan ingin cepat mati justru itulah bentuk kematian yang paling mengerikan yaitu kematian harapan.

Takdir adalah keniscayaan abadi, tetapi bahagia atau sensara akibat suatu takdir adalah pilihan manusia sendiri, manusialah yang memilih mau hidup dengan bahagia berdamai bersama takdir atau hidup sensara dengan memusuhi takdir,

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
Luar biasa keadaan seorang mukmin, semua hal selalu baik untuk dirinya dan ini hanya terjadi pada seorang mukmin, apabila ia dalam kelapangan niscaya ia bersyukur, hal itu menjadi kebaikan baginya, Namu bila dalam kesempitan ia bersabar hal itu pun menjadi kebaikan bagi dirinya

Tataplah segala hal dengan kacamata Iman, cepat atau lambat kita akan mengerti bahwa rangkaian peristiwa adalah jala yang di tebarkan Allah untuk menjaring manusia memasuki anjuran suci Nya
Berleburlah dalam takdir Allah niscaya engkau akan sampai kepadaNya bunyi nasehat orang bijak.

Wassalammu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply