My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » » Husain bin Ali bin Abu Thalib

…cucu tersayang Rasulullah.
Dilahirkan di Madinah pada tahun empat Hijriah. Nama lengkapnya Husain bin Ali bin Abu Thalib. Nama panggilannya Abu Abdullah. Rasululla sendiri yang menamai al-Husain. Dan ini kali pertama Rasulullah memberi nama al-Husain. Pribadinya hampir menyamai Rasulullah, kakeknya. Dari dada hingga telapak kakinya. Beliau wafat sebagai syahid pada bulan Syura, tahun 61 Hijriah di Karbala.

Beliau terdidik di lingkungan kenabian. Rasulullah selalunya bermain-main dengan Husain. Kadang-kadang beliau duduk di punggung Rasulullah sambil merangkak. Dari sinilah beliau tumbuh dan berkembang atas bimbingan kakeknya.

Mengenai pribadinya, beliau banyak shalat, puasa, haji, sadakah dan berbuat kebajikan. Selama hidupnya pernah berhaji dua puluh kali dengan jalan kaki.

Selama hidupnya bersama Rasulullah, kakeknya, banyak sekali hadits yang diriwayatkan.
Anak tertuanya bernama Fatimah dan anak termuda bernama Sakinah. Ketika terjadi peristiwa Jamal, perang melawan Khawarij dan Shiffin, beliau ikut bersama ayahnya ke Kuffah. Setelah tahun jama’ah, tahun 41 hijriah, beliau menetap di Madinah bersama adiknya, al-Hasan. Beliau menolak membaiat Yazin selepas kematian ayahnya, Muawwiyah. Selama beberapa bulan, beliau memilih tinggal di Mekkah.

Sebagian besar penduduk Irak menyokong beliau untuk menjadi khalifah dan berniat membunuh Yazid. Beliau pergi ke menjumpai Yazin. Di sana bertemu dengan pasukan dan tentara Ummawiyah yang dipimpin Yazin bin Abihi di kota Karbala. Beliau lari bersama pendukungnya menyerbu pasukan Ummawiyah. Terluka dan jatuh dari kudanya. Dengan cepatnya, pasukan Ummawiyah membunuhnya. Kepalanya dipotong untuk dibawa ke Damaskus bersama dengan istri dan anak-anaknya. Melihat kejadian ini, Yazid merasa terpukul dan pilu. Sebab Yazid tidak menyuruh mereka untuk membunuhnya. apalagi kepalanya dipotong. Mereka hanya diperintahkan untuk menteror saja bukan membunuh. Setelah itu, Yazid mengumpulkan anak-anaknya dan mengirimkan ke Madinah berdasarkan keinginannya. Mengenai kepala Husain dimana dikuburkannya, masih diperselisihkan. Sebagian mengatakan dikuburkan di Karbala, yang lain mengatakan di Mesjid Husain Cairo. Ada juga pendapat lain bukan di keduanya.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply