My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » Setiap orang pasti pernah berbuat dosa

Setiap orang pasti pernah berbuat dosa. “tapi ada juga lho orang yang tidak pernah berbuat dosa”mungkin itu komentar kamu menanggapi statmen ini. Iya memang ada, mereka itu adalah para nabi, mereka diberi Allah sifat ma’shum (dijaga agar tidak berbuat dosa). Sekalipun tidak berbuat dosa., para nabi itu juga pernah berbuat kesalahan2 kecil…yang kemudian diingatkan Allah agar segera diperbaiki.

Diriku, dirimu dan diri kalian semua (yang merasa masih manusia) tidak akan pernah luput dari yang namanya DOSA. Diriku hanyalah seorang makhluk lemah, hamba yang dhaif, yang selalu berbuat khilaf dan salah, yang selalu lalai dan lalai lagi. Diriku bukanlah malaikat atau seorang nabi yang selalu menaati apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Inilah diriku apa adanya…(bagaimana dengan dirimu?)

Dosa yang berulang-ulang yang kulakukan telah membuat hatiku resah dan gelisah…lalu “apa kira-kira yang bisa diriku lakukan untuk mengatasinya”Tanya hatiku.

Disaat iseng baca-baca buku, aku menemukan jawabannya!. Disebuah buku yang kubaca tertulis : Rasullullah pernah bersabda” Setiap anak adam pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah orang –orang yang bertaubat (HR.At-tirmidzi dan Ibnu Majah dari Anas)

“ya, solusi yang cerdas!”pikirku. Maka pelan-pelan diriku berbenah, pelan-pelan ku tata hatiku…aku harus bertaubat!…aku ingin memperbaiki diri!…

Ku teruskan lagi bacaanku. “Aha!!!” makin mantap saja keinginan ini. What happen? Aku menemukan sebuah ayat dari surat cinta SANG KEKASIH. Aku makin termotivasi untuk berubah dibuatnya, mau tau ayat apa itu? Oke deh, ini tak kasih tau, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri” (QS.2:222).

Siapa yang tidak ingin disukai, siapa yang tidak ingin dicintai, disayangi oleh Dia yang Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Bijaksana, Maha Kaya, Maha Penyayang, Maha pengampun?? Hanya orang-orang yang kurang waras aja yang menjawab “TIDAK!”. Sedangkan aku?, aku masih waras. Alhamdulillah Allah masih memberikan aku kekuatan akal untuk berpikir jalan mana yang harus ku tempuh, Allah masih memberikan aku kekuatan iman untuk terus memperbaiki diri, untuk terus meningkatkan kualitas diri. Alangkah ruginya aku jika menyia-nyiakan kesempatan waktu ini untuk berbuat yang lebih baik lagi, Alangkah bangkrutnya aku jika masih saja memberikan kesempatan pada nasfuku untuk berleha-leha, untuk menunda-nunda bertaubat, untuk menunda-nunda memperbaiki diri.

Aku harus bertaubat!…, sekarang…. detik ini juga, kapan lagi?
Kepada orang-orang yang pernah kukasihi, kepada orang-orang yang pernah kubenci, kepada orang-orang yang pernah kupuji, kepada orang-orang yang pernah kugosipi, kepada orang-orang yang pernah kusakiti, dengan tulus dan rendah hati aku mohonkan “berilah maaf atas segala kesalahan yang pernah kulakukan baik itu berupa perkataan, perbuatan, tutur kata atau tingkah laku-ku yang kurang berkenan dihati…”thanks banget, syukran jaaziilan, jazakumullah khairan katsir atas keridhaan yang telah diberikan. Semoga Allah yang Maha Pengaasih memberikan balasan pada setiap kebaikan yang kita lakukan dengan balasan yang terbaik. AMIIN.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply