My Islam

Tokoh Islam

Biografi

Artikel

Tips & Tricks

Kisah

» » » Syaikh Al-Azhar Kedua Puluh Sembilan: Syaikh Muhammad Musthafa Al-Maraghi

[Biografi Syaikh al-Azhar]
Syaikh al-Azhar kedua puluh sembilan: Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi (1298-1364 H/ 1881- 1945 M)

Beliau adalah al-Imam Syaikh Muhammad bin Musthafa bin Muhammad bin Abdul Mun’im al-Maraghi, lahir di desa Maraghah Propinsi Suhaj pada tanggal 7 Rajab 1298 H/ 9 Maret 1881 M. Beliau hidup di lingkungan yang agamis sehingga bisa menghafal Alquran sejak kecil untuk kemudian berangkat menimba ilmu ke al-Azhar.

Sejak muda beliau terkenal rajin mengaji dan berguru kepada ulama-ulama terkemuka. Salah satu dari guru beliau adalah Syaikh al-Shalahi yang mengajari beliau ilmu balaghah. Adapun perkembangan pemikiran beliau selanjutnya sangat dipengaruhi oleh Syaikh Muhammad Abduh yang menjadi guru utama beliau.

Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi adalah pelajar yang aktif di dunia jurnalistik. Pada tahun 1900 M beliau mendirikan sebuah surat kabar yang diterbitkan di daerah al-Baludzah.

Pada saat itu al-Azhar sedang mengalami masa pembaharuan yang cemerlang. Mesir kedatangan tokoh pemikir dari Afganistan, yaitu Syaikh Jamaluddin al-Afgani. Hampir setiap hari ruwaq al-abbasi di masjid al-Azhar menjadi tempat seminar pemikiran dan kebudayaan yang diisi oleh pemikir-pemikir modern. Beliau selalu menghadiri seminar tersebut, apalagi jika narasumbernya adalah Syaikh Muhammad Abduh.

Beliau adalah seorang mahasiswa yang berakhlak mulia, cerdas dan rajin belajar. Pada imtihan tingkat akhir, beliau sakit demam. Namun hal itu tidak menghalangi beliau untuk menjadi mahasiswa terbaik saat itu. Beliau meraih gelar doktoral dalam usia yang sangat muda, yaitu pada umur 24 tahun. Beliau diundang ke rumah Syaikh Muhammad Abduh untuk mendapatkan penghargaan khusus.

Jenjang karir Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi sebelum diangkat menjadi Syaikh al-Azhar:
- Qadhi negara Sudan, tahun 1908 M
- Kepala peneliti syariat di Kementrian Kehakiman Mesir, tahun 1919 M
- Kepala Mahkamah Mesir, tahun 1920 M

Pada tanggal 22 Mei 1928 M Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi diangkat menjadi Syaikh al-Azhar. Saat itu beliau membentuk lembaga-lembaga untuk menambah pamor al-Azhar di dunia international. Beliau menitikberatkan pada program pasca sarjana, sehingga beliau mendirikan tiga fakultas sekaligus, yaitu Fak. Bahasa Arab, Fak. Syari’ah dan Fak. Ushuludin.

Pada tahun 1929 M terjadi perselisihan antara Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi dan Raja Fuad. Perselisihan itu berakhir dengan pengunduran diri Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi dari jabatan Syaikh al-Azhar dan digantikan oleh Syaikh Muhammad al-Ahmadi al-Dzawahiri.

Selama kurang lebih 5 tahun, Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi berdiam diri di rumah dan merancang program masa depan untuk al-Azhar, hingga pada 1935 M beliau di angkat kembali menjadi Syaikh al-Azhar untuk kedua kalinya. Selain itu beliau juga diangkat menjadi Menteri Perwakafan Mesir pada tahun 1938 M, dan menjabatnya selama 7 kali berturut-turut.

Beberapa pemikiran beliau adalah:
- Bahwasanya pembaruan dalam hukum syariat adalah wajar bagi umat Islam; masalah-masalah fikih selama bukan hukum qath’iy bisa dirubah dan diperbarui.
- Dalam berfatwa beliau selalu mengambil pendapat yang mudah, seperti nasihat Syaikh Muhammad Abduh: “Ilmu adalah apa yang bermanfaat bagimu dan masyarakat.”
- Beliau membuka pintu ijtihad dan mengajak umat Islam untuk tidak fanatik buta kepada madzhab fikih.

Al-Azhar di masa kepemimpinan Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi telah membentuk beberapa lembaga, di antaranya adalah: Lembaga fatwa, lembaga penyuluhan dan Majma’ al-Buhuts al-Islamiyah.

Karya-karya beliau, di antaranya:
1. Al-auliya wa al-mahjurun
2. Tafsir juz tabarak
3. Baths fi wujub tarjamah al-qur’an
4. Risalah al-zumalah al-insaniyah, seminar antar agama di London

Pada malam 14 Ramadhan 1364 H/ 22 Agustus 1945 M Syaikh Muhammad Musthafa al-Maraghi sedang mengajar tafsir Alquran, yaitu surah al-Qadr. Saat itulah ajal menjemput beliau dan umat Islam kehilangan beliau untuk selamanya.

Sumber: al-Azhar al-Syarif fi dhaui sirati a’lamihi al-ajilla, karya Dr. Abdullah Salamah Nasr dan sumber-sumber yang lain.

Author Straw Hat

Jαngαn mαlu untuk menulis tentαng Islαm wαlαupun sepotong αyαt...Mαnα tαhu dengαn sepotong αyαt itu berhasil menyentuh hαti pembαcαnyα....

Sharing Is Caring
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply